10 Hal Al Laghwu
4 Comments so far
Leave a comment
February 12, 2008, 7:51 am
Filed under: Kajian Islam
Filed under: Kajian Islam
Bismillahirrohmanirrohiim.
Al Laghwu adalah perbuatan sia-sia. Ulama hadist (Sofyan Tsauri) menyatakan ada 10 hal Al Laghwu, yaitu :
- Orang yang berdoa untuk dirinya sendiri tapi tidak berdoa untuk kedua orang tua dan kaum Muslimin.
- Orang yang sering membaca Alquran tapi tidak membaca secara tertib sampai seratus ayat tiap-tiap hari.
- Laki-laki yang masuk masjid tetapi tidak mengerjakan shalat tahiyatul masjid.
- Orang yang melintasi pekuburan tapi tidak mengucapkan salam kepada penghuninya dan tidak mendoakan keselamatan untuk mereka.
- Laki-laki yangmasuk ke suatu kota pada hari Jumat tapi tidak mengerjakan shalatJumat berjamaah.
- Orang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan.
- Seseorang yang tinggal disuatu lingkungan bersama seorang ulama, namun ia tak menggunakan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu pengetahuannya.
- Pemuda yang melewatkan masa mudanya tidak untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti.
- Dua orang pria yang bersahabat tapi mereka tidak saling menanyakan keadaan masing-masing dan keluarganya.
- Orang yang mengundang tamu namun ia tidak melayani tamunya itu dengan baik.
4 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Assalamu’alaikum,
Ada 2 pertanyaan nih :
1. Ada point yang menyatakan “orang yang sering membaca Alquran tapi tidak membaca secara tertib sampai *seratus ayat* tiap-tiap hari”, pertanyaannya adalah apakah ada ketentuan harus 100 ayat ? bukankah ada hadist yang berisikan “sampaikanlah walaupun hanya 1 ayat”.
2. Ada point juga yang menyatakan “Laki-laki yang masuk masjid tetapi tidak mengerjakan shalat tahiyatul masjid”, pertanyaannya apakah harus laki-laki ? bagaimana jika perempuan, apakah perempuan tidak disunnahkan untuk melakukan tahiyatul masjid? lalu bagaimana dengan mushollah ?
Mungkin pak Budi dapat menjelaskannya.
Terima kasih, Wassalam.
Comment by Fulan February 13, 2008 @ 8:24 amWa’alaikum salam
Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam kebenaran, menuntun kita menuju kebenaran, serta menjaga kita selalu bersama orang-orang yang benar. Amin.
Saya akan menjawab pertanyaannya sesuai dengan point tercantum.
Point 1:
Bahwasanya Rasulullah mempunyai kebiasaan membaca Alquran hingga 100-an ayat manakala menanti suara Adzan shubuh yang dilantunkan Bilal. sebagai umatnya tentu berkeinginan mengikuti jejak Rasulnya. Nah, permasalahannya, seyogyanya tidak sekedar mengejar angka 100 tadi, tapi penting memperhatikan tertib bacaan. “Warotilil quranan tartila . . . “. Akan halnya “sampaikan meski hanya 1 ayat” adalah kita berkewajiban menyampaikan yang telah difahami kepada orang lain sekaligus contohnya. Contoh: kita telah faham shalat berjama’ah, kita berkewajiban mengajak shalat orang Islam yang belum mengerjakannya, sementara kita sendiri sudah meng-amal-kannya. Contoh lain:”Hai orang-orang yang beriman dirikanlah shalat dan tunaikan zakat” (Alquran). “Tidak ada shalat bagi yang tidak berzakat dan tidak ada zakat bagi yang tidak shalat” (Hadist). Untuk menyampaikan yang terakhir ini, kita-pun termasuk orang yang sudah mengerjakan.
Point 2:
Dalam kaidah bahasa Arab pernyataan untuk perempuan ikut dalam laki-laki. contoh:”ya ayuhal Muslimun ….” (wahai orang islam laki-laki), padahal didalamnya ikut memanggil orang islam perempuan. Jadi anjuran shalat tahiyatul masjid juga untuk perempuan.
Masjid = tempat sujud, dicirikan dengan bangunan dengan batas-batasnya
Musholla = tempat shalat, lebih luas lagi, karena seluruh permukaan bumi adalah musholla
Wassalam.
Comment by budiprayitno February 13, 2008 @ 8:31 amassalamu’alaikum
Comment by Gunawan Suryana March 7, 2008 @ 12:26 pmsatu pertanyaan saja, apakah berdoa tentang cinta pada seorang gadis yang dicintai bisa disebut sia-sia, tapi gadis itu menolaknya, bagaimana?
Alhamdulillah, berikut adalah jawaban dari Ustadz Budi Prayitno.
Meminta kepada Allah agar seorang gadis yang kita cinta, membalas cintanya kapada kita. itupun langkah yang baik.
Intinya:
1. bahwa si Gadis adalah milik Allah SWT, maka kepada-Nya kita meminta
2. Firman Allah SWT :”boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tapi itu tidak baik bagi kehidupan-mu. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, tapi itu baik bagi kehidupan-mu…..”
3. Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat hambanya.
4. Berdoalah yang wajar, realistis, dan patut.”ya Allah, jadikanlah bagi-ku pasangan yang shalihah. yang baik bagi hidupku, baik bagi keturunanku, dan baik agamaku.
5. Selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT
Wassalam.
Comment by budiprayitno March 11, 2008 @ 6:51 am